Darah Dan Aqiqah Di Era Jahiliyah

Aqiqah memiliki makna penyembelihan binatang untuk bayi yang baru lahir sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah. Kemudian muncul istilah nasikah atau dzabihah yang berarti binatang yang disembelih. Meski tak ada yang bisa memastikan, sebagian pihak menganggap aqiqah adalah hasil dari peneladanan nabi Ibrahim AS. Tradisi ini turun temurun sampai pada masa sebelum nabi Muhammad diutus sebagai Rasul di Mekah. Ya, orang-orang Quraish pada masa Jahiliyah telah terbiasa dengan aqiqah tentu saja dengan adatnya yang aneh dan tak beradab, yakni sebelum Rasulullah mengubahnya seperti sekarang ini. Lantas seperti apakah aqiqah pada era jahiliyah tersebut?

Darah dan Aqiqah di Era Jahiliyah

Orang-orang Quraish melangsungkan tradisi aqiqah untuk anaknya yang baru lahir, terlebih untuk anak laki-laki. Mereka menyiapkan kambing kemudian menyembelihnya. Yang aneh adalah, mereka mengambil darah kambing sembelihan tersebut dengan kapas, kemudian melumurkannya ke kepala sang jabang bayi setelah rambutnya dicukur. Entah apa maksud dari pelumuran darah ini, namun yang pasti ini tentunya menjijikkan dan tidak beradab. Lagipula, darah adalah sarang penyakit dalam tubuh makhluk hidup. Bagaimana jadinya darah berwarna merah dan mengandung penyakit itu berada di kepala sang bayi yang lembut dan wangi?

Kemudian cerita berubah setelah Allah mengangkat Muhammad sebagai utusanNya. Perlahan-lahan Rasul memperbaiki dan menghapus akhlak buruk orang-orang Arab, termasuk pada tradisi aqiqah era lama. Dengan tegas, Rasulullah memerintahkan untuk mengganti darah dengan minyak wangi. Kisah ini terekam dalam sebuah hadist shahih yang berbunyi, Aisyah berkata “Dahulu orang-orang pada masa jahiliyah apabila mereka ber’aqiqah untuk seorang bayi, mereka melumuri kapas dengan darah ‘aqiqah, lalu ketika mencukur rambut si bayi mereka melumurkan pada kepalanya”. Islam telah mengubah tradisi lama yang tak beradab ke arah yang lebih baik. Kita pantas berterima kasih kepada Rasulullah, atas perintahnya saat itu, pada hari ini tidak ada perintah untuk melumuri bayi kita dengan darah pada saat pelaksanaan aqiqah di paket aqiqah murah jakarta timur yang pada prakteknya sudah sesuai anjuran Rosul.

Leave a Comment