Bacaan Doa Qunut Sholat Shubuh – Makna Serta Hukumnya

Doa qunut adalah satu dzikir yang didalamnya diisi do’a dan pujian pada Allah SWT serta umum di baca tiap-tiap sholat subuh pada raka’at ke-2 sesudah setelah I’tidal. Pengertian Qunut datang dari kata dalam bhs arab (قنوت) yang bermakna merendahkan diri, tunduk atau ta’at pada Allah SWT. Didalam bacaan doa qunut shubuh memiliki kandungan ada ungkapan permintaan panduan pada Allah, perlindungan, kesehatan dan sebagainya.

Demikian pula dengan sholat, kalau dengan bhs shalat yaitu do’a yang memiliki kandungan pujian-pujian dan permintaan pada Allah.

bacaan doa qunut

Hukum Membaca Doa Qunut dalam Shalat Subuh di Kelompok Mazhab Syafi’iyah

Didalam mazhab Syafi’i telah disetujui. Bahawa membaca doa qunut dalam shalat Subuh, ketika i’tidal rakaat ke-2 yaitu sunat ab’adh. Dalam makna di beri pahala untuk orang yang mengerjakannnya. Serta untuk yang lupa atau lupa mengerjakannya disunatkan untuk menggantikannya dengan sujud sahwi.

Beberapa macam Qunut

Didalam Islam, pelaksnaan doa Qunut pada dasarnya terdiri jadi dua jenis :

1. Qunut Shalat Subuh yakni doa Qunut yang di baca pada saat I’tidal (berdiri sesudah ruku’) tiap-tiap akhir roka’at pada shalat subuh serta shalat Witir pada pertengahan akhir Ramadhan, Qunut Type ini dihukumi dengan Sunnah Ab’adl yaitu sunnah yang termasuk juga sisi dari shalat hingga saat ditinggalkan jadi disarankan untuk menggantinya dengan sujud sahwi

2. Qunut Shalat Witir yakni doa Qunut yang di baca pada saat I’tidal (berdiri sesudah ruku’) tiap-tiap akhir roka’at shalat Witir pada pertengahan akhir Ramadhan, yaitu dari malam 16 bln. Ramadhan hingga akhir Ramadhan, Qunut Type ini dihukumi dengan Sunnah Ab’adl dikalangan ulama Syafi’iyah

3. Qunut Nazilah yakni Qunut yang dikerjakan atau di baca waktu ada bencana Seumpama berlangsung bencana besar yang menempa suau daerah, kelaparan, terserang musuh dll. Qunut ini di baca pada rakaat paling akhir tiap-tiap shalat fardlu walau demikian tidak disarankan/disunnahkan sujud sahwi saat meninggalkannya karna tidak termasuk juga sunnah Ab’adl

Pada intinya masalah membaca Qunut atau tidak dalam shalat shubuh sudah jadi perselisihan di kelompok ulama mulai sejak generasi salaf yang shaleh. Menurut Imam Abu Hanifah serta Imam Ahmad bin Hanbal, membaca Qunut tidak disunnahkan dalam shalat shubuh.

Sesaat menurut Imam Malik serta Imam al-Syafi’i, membaca Qunut disunnahkan dalam shalat shubuh. Ke-2 pendapat itu, baik yang menyebutkan sunnah atau tidak, keduanya sama berdalil dengan hadits-hadits Rasulullah SAW. Cuma saja pendapat yang satunya berpandangan kalau kisah yang menjelaskan kalau Rasulullah SAW tidak membaca Qunut itu lebih kuat.

Sesaat pendapat yang satunya sekali lagi memiliki pendapat kalau kisah yang menjelaskan kalau Rasulullah SAW membaca Qunut malah yang lebih kuat. Jadi pandangan golongan Salafi-Wahabi serta kelompok lainnya yang sama pendapat dengan mereka yang menyebutkan kalau membaca Qunut itu tidak turut Rasulullah SAW yaitu salah serta tidak benar.

Di bawah ini yaitu ketidaksamaan pendapat beberapa Imam Madzahib al-Arba’ah mengenai proses doa Qunut dalam shalat :
1. Madzab Hanafi :
Disunatkan Qunut pada shalat witir serta tempatnya sebelumnya ruku. Mengenai Qunut pada shalat subuh tidak disunatkan. Sedang Qunut Nazilah disunatkan namun ada shalat jahriyah saja.
2. Madzab Maliki :
Disunnatkan Qunut pada shalat subuh serta tempatnya yang lebih paling utama yaitu sebelumnya ruku, namun bisa juga dikerjakan sesudah ruku. Mengenai Qunut terkecuali subuh yaitu Qunut witir serta Nazilah, jadi keduanya dimakruhkan.
3. Madzab Syafi’i
Disunnatkan Qunut pada saat subuh serta tempatnya setelah ruku. Demikian halnya disunnatkan Qunut nazilah serta Qunut witir pada pertengahan bln. ramadhan.
4. Madzab Hambali
Disunnatkan Qunut pada shalat witir serta tempatnya setelah ruku. Mengenai Qunut subuh tidak disunnahkan. Sedang Qunut nazilah disunatkan serta dikerjakan diwaktu subuh saja.

Langkah melakukan doa Qunut

Semuanya doa membutuhkan adab serta tata langkah sesuai sama ketantuan semasing seperti disunnahkan mengangkat ke-2 tangan saat berdoa, mengusapkan ke-2 telapak tangan selanjutnya dan lain-lain. Dalam proses doa Qunut berlangsung ketidaksamaan pendapat oleh beberapa ulama tentang tata langkah doa seperti biasanya.

Pertama, yang paling shohih yaitu disunnahkan mengangkat ke-2 tangan dengan tidak mengusapkannya sesudah usai doa. Ke-2, disunnahkan mengangkat ke-2 tangan serta mengusapkannya sesudah usai doa. Serta ke-3, tidak disunnahkan mengangkat ke-2 tangan serta tidak juga mengusapkannya sesudah usai doa.

Syeikh Nawawi al-Bantani menyebutkan, disunnahkan mengangkat ke-2 tangan dengan sejajar ke-2 bahunya serta terbuka dalam doa Qunut meskipun saat membaca Tsana’ (pujian) seperti doa-doa yang beda karna itba’, serta di sunnahkan juga mengangkat sisi dalam telapak tangan kearah langit saat berdoa memohon kesuksesan suatu hal yang menginginkan dicapai dan membalikkan telapak tangan saat memohon dijauhkan dari hal yg tidak dikehendaki, .

Disunnahkan juga untuk imam membaca doa Qunut dengan keras baik dalam shalat yang jahriyah ataupun sirriyah hanya bisa didengar oleh beberapa jamaah meskipun seperti bacaan keras saat membaca Surat al-Qur an. Untuk orang yang shalat sendirian disunnahkan membaca perlahan pada terkecuali Qunut nazilah, adapaun dalam Qunut nazilah jadi disunnahkan membacanya dengan keras.

Untuk makmum disunnahkan mengamini dengan keras saat mendengar bacaan imamnya demikian halnya saat bacaan shalawat juga disunnahkan untuk diamini seperti yang di ilhaq-kan oleh ath-Thabari menurut pendapat yang mu’tamad (kuat)

Kesimpulan

Dari uraian diatas bisa diambil kesimpulan kalau do’a Qunut adalah sisi dari shalat subuh serta witir dipertengahan akhir Ramadhan serta berbentuk sunnah ab’adl yaitu sisi dari Shalat yang ketka ditinggalkan baik karna lupa maupun disengaja jadi disunnahkan juga untuk menggantinya denga sujud sahwi serta bisa diaplikasikan dalam sebagian shalat yang sudah ditetapkan jadi bentuk Qunut Nazilah karna beberapa hal yang melatar belakanginya seperti terjadinya rencana dan lain-lain.

Leave a Comment