Surat Terbuka Untuk Gebetan: Aku Cinta


Hai, kamu yang kini tengah berstatus sebagai gebetan.

Selama ini aku selalu mengalihkan pembicaraan bila kamu mulai menyinggung soal perasaan, sejujurnya aku terlalu malu untuk mengatakan bahwa aku juga menyukaimu. Untuk itu aku membuat sebuah surat terbuka ini untukmu.

Terlebih dulu saya peringatkan padamu, jangan sampai anda tertawa sesudah usai membacanya karenanya juga akan makin membuatku malu serta janganlah ada yang beralih di antara kita sesudah anda ketahui yang sesungguhnya dari perasaanku lewat surat ini.

1. Perjumpaan kita hanya perjumpaan umum, tidak ada yang istimewa tapi ada gagasan Tuhan yang istimewa didalamnya.

Saya lupa kapan persisnya, saya cuma ingat saat itu adalah pertengahan Th. 2013, saat waktu saya tengah disibukkan dengan praktikum di universitas. Dengan tidak berniat saya berjumpa dengan anda. Semua jalan demikian saja, saya yang dirundung dilema karna pekerjaan praktikum yang belum juga usai dibarengi dengan rengekan seseorang kekasih yang perlu perhatian cuma dapat duduk dimuka laboratorium computer sembari selalu berfikir, kepalaku ingin pecah waktu itu.

Tapi seseorang rekan mengandeng dirimu untuk duduk disebelahku, kalian menceritakan mengenai pekerjaan praktikum yang belum juga usai serta mendadak kam ajukan pertanyaan padaku apakah saya telah merampungkan pekerjaan itu. Saya cuma tersenyum serta demikian saja pada akhirnya kita mengobrol tanpa ada henti.

Saya masih tetap lupa kapan persisnya, tapi saya ingat anda menyebut namaku untuk pertama kalinya walau sebenarnya kita sekalipun belum juga mengatakan nama semasing pada saat mengobrol tempo hari. Tetapi, saat itu saya tidaklah terlalu mempedulikanmu, waktu itu tengah berduka.

Hatiku yang tengah kupercayakan pada seorang yang saya anggap kekasih nyatanya tidak dijaganya dengan bai, dia memberi cinta yang tulus kuserahkan padanya untuk orang yang lain.

2. Patahnya hatiku membuatku mesti menggunakan kacamata kuda, saya hidup dalam dunia yang aku bikin sendiri serta tidak kuijinkan siapa saja masuk termasuk juga anda.

Semua berlangsung demikian saja. Sesudah praktikum pertama, saya masih tetap berjumpa dengan anda di praktikum-praktikum setelah itu. Saya serta anda juga jadi seringkali mengobrol, awalannya cuma mengenai pekerjaan praktikum, asisten laboratorium yang semena-mena, serta mengenai sekitar mata kuliah.

Saya serta anda masih tetap keduanya sama melindungi erat privasi semasing. Saya bahkan juga masih tetap belum juga ketahui namamu, pekerjaanmu, umurmu, serta banyak sekali lagi yang tidak kuketahui mengenai anda. Tetapi saya memanglah tidak menginginkan ketahuinya. Mulai sejak cintaku terkhianati, saya membuat tembok-tembok kuat di sekitaran hatiku.

Saya terjatuh begitu dalam, saya selalu berkabung atas hati yang perlu mati. Saya cuma hidup dalam duniaku, kesepian selalu memelukku. Saya jadi pesakitan sehari-hari, senantiasa menyempatkan diri untuk menangis waktu malam tiba. Tidak kupedulikan siapa saja yang ada sekedar untuk menghiburku, tidak kupedulikan anda yang ajukan pertanyaan mengenai pekerjaan praktikum.

Seseorang rekan menyebutkan kalau saat adalah obat untuk rasa sakitku, saya cuma mesti selalu mengambil langkah maju.

3. Makin biasanya saya serta anda berjumpa membuatku pada akhirnya pilih tutup pintu waktu dulu serta buka pintu masa depan, akankah itu anda?

Apa anda masih tetap ingat waktu anda memohon pin BBM padaku? Saya tengah jalan dengan beberapa rekanku menuju ke kantin waktu itu sampai satu diantara mereka menepuk pundakmu dari belakang. Saya kaget saat itu kalau nyatanya anda serta rekanku adalah juga seseorang rekan.

Telah lama tidak berjumpa mulai sejak masa-masa praktikum, katamu saat itu. Saya cuma tersenyum, lantas anda juga memohon pin BBM-ku. Waktu saya terima kontakmu tersebut saya baru ketahui siapa namamu.

Mulai sejak waktu itu, anda seringkali mengirim pesan denganku. Kadang-kadang cuma sharing banyoan, atau sebatas menghina keduanya. Saya masih tetap belum juga mengerti kalau mulai sejak waktu itu senyumku mulai terkembang. Bukan sekedar lewat pesan BBM, di universitas juga saya serta anda mulai seringkali berjumpa. Sampai kini nyatanya saya serta anda ada satu mata kuliah yang sama. Biasanya saat berjumpa serta berkumpul buat saya serta anda sama-sama menceritakan, lebih persisnya anda yang menceritakan sedang saya cuma dengarkan.

Baca juga: http://www.katakan.net/2017/09/kumpulan-kata-kata-lucu-tentang-gebetan.html

Agustus 2014, saya mengingat benar peristiwa itu. Petualangan pertama yang saya kerjakan bersamamu serta beberapa rekanku. Perjalanan yang lalu saya sadar jadi tonggak awal perubahanku. Satu pantai di Kota Malang jadi saksi kebahagiaan kita, pada anak muda yang melepas capek sesudah sepanjang semester penuh bergelut dengan bhs pemrograman Java, Oracle, PHP.

Saya yang terlebih dulu senantiasa menyendiri, pada akhirnya memiliki rekan perjalanan. Mulai sejak petualangan itu, saya mulai berusaha untuk buka diri, terima uluran tangan rekan yang membantuku mengobati luka hati, lihat kehidupan tidak sekali lagi dengan warna hitam, serta lebih memperlebar pojok pandang saya.

Leave a Comment